Berpikir itu Dipraktekin

Ditulis oleh tim Wesfix dan diterbitkan pertama kali oleh PT. Grasindo. Kebetulan buku yang saya baca merupakan cetakan ketiga. Kalau kita masuk ke toko buku, buku semacam ini sangat banyak sekali, ada yang menggunakan bahasa Indonesia namun tidak sedikit yang menggunakan bahasa Inggris. Rata-rata dengan jumlah halaman yang membuat berpikir ulang untuk membelinya. Ya, saya termasuk orang yang agak pemilih untuk membeli buku dengan jumlah halaman lebih dari 200.

Tidak sengaja melihat judulnya di rak buku dengan packaging yang sederhana namun dengan judul yang lumayan catchy dan tentu saja TIPIS!! Ok, berarti langkah selanjutnya melihat summary di sampul belakang. “Dengan desain per halaman yang dinamis dan gaya penyampaian yang serba visual, serta pembahasan yang singkat padat” membuat saya tertarik melihat lebih jauh. Berarti langkah berikutnya adalah mencari buku yang sudah dibuka, biasanya di toko buku besar disediakan satu buku yang sudah dibuka untuk setiap judul buku agar pembeli bisa melihat isi dari buku tersebut sebelum memutuskan untuk membawanya ke kasir.

Daftar isi menunjukkan garis besar pembahasan dalam buku tersebut, so the next things to do is check it. Semakin menarik karena daftar isinya tidak panjang namun sangat padat sebagaimana yang diklaim pada sampul belakang. Membacanya sekilas dan memutuskan untuk membaca lebih dalam di rumah.

Tentu saja buku yang tipis membuat buku ini dapat diselesaikan dalam beberapa jam saja (dengan asumsi kecepatan baca normal dan kemampuan memahami normal), karena ini bukan novel maka saya pribadi membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam (kalau tidak salah ingat).

Pertama buku ini menjelaskan bagaimana cara menggunakannya. Otak kita diperkenalkan mapping pembahasannya. Yang sangat menarik adalah setiap bahasan hanya dikupas maksimal dalam 2 halaman. Yups, padat. Pembahasan berikutnya adalah menjelaskan bagaimana mempersiapkan otak untuk proses berpikir. Mulai dari berpikir dengan jernih, memahami makna dan latar belakang fakta, memahami situasi dengan jernih dengan bantuan diagram variabel, memperkaya pengetahuan, selektif terhadap informasi, menguji persepsi, memahami situasi agar bisa keluar dari dilema dan situasi serba salah, hingga mengendalikan emosi dalam proses berpikir. Seringkali emosi membuat proses berpikir tidak lagi objektif dan efektif.

Next is, memahami karakter otak. Bab ini membahas mengenai satu sifat otak yaitu adaptif, apa saja hal-hal yang mempengaruhi cara berpikir dan bagaimana mensiasatinya. Memasuki bab inti yaitu Critical Thinking. Mulai dari bab ini sampai bab logika dan deduksi menjelaskan tentang membangun dasar berpikir. Bab selanjutnya yaitu negative thinking sampai going extra miles menjabarkan apa saja yang bisa dilakukan untuk memperkaya proses berpikir dan menghasilkan kesimpulan yang valid.

Pada halaman terakhir disediakan tasklist yang bisa kita gunakan untuk melatih apa-apa yang sudah kita pelajari di buku ini.

Oh, ya di buku ini juga dicatut beberapa quotes yang relevant. Satu yang akan saya kutip adalah “Critical thinking is thinking about your thinking while you’re thinking in order to make your thinking better” – Richard W. Paul.

Dari satu sampai lima, saya memberi buku ini 5 bintang karena bukan hanya dikemas dengan singkat padat berkualitas tapi juga mudah untuk dipahami dan dipraktekan. Semoga bermanfaat, happy reading 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s